Tampilkan postingan dengan label dunia muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia muslim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2015

Balasan Azab Untuk Perempuan Tidak Menutup Aurat


Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan, dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya. (Surah An Nur Ayat 31)

Rasulullah s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang bermaksud: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu:

1. Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam).

2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. (Riwayat Muslim)

Balasan bagi orang yang melanggar larangan Allah, ialah azab yang amat pedih, antaranya balasan wanita yang membuka rambut kepalanya selain suaminya, akan digantung dengan rambutnya di atas api neraka sehingga menggelegak otaknya, berterusan selama ia tidak menutupnya. Dada yang sengaja dibuka atau ditonjolkan supaya kelihatan seksi, akan di gantung atas api neraka dengan pusat dan buah dadanya diikat dengan rantai neraka sebagai penggantungnya betis dan paha yang terselak-selak, sedia untuk dipanggang, pedihnya tidak terkira.

Peristiwa Mi’raj

1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.

2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)

3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.

4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.

5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.

6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.

7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.

8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.

9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.

10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

8 (Delapan) Hal Keutamaan dalam Berjilbab/Hijab


Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)

1.Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya): “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yanga artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.

2.Hijab Itu ‘Iffah (Kemuliaan)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.

3.Hijab Itu Kesucian
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)

4.Hijab Itu Pelindung
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”
Sabda beliau yang lain (yang artinya): “Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”
Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.

5.Hijab Itu Taqwa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman(yang artinya): “Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)

6.Hijab Itu Iman
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman (yang artinya):“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (Q.S. An-Nur: 31).
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Dan istri-istri orang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah radhiyallahu anha dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”

7.Hijab Itu Haya’ (Rasa Malu)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.
Sabda beliau yang lain (yang artinya):“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”
Sabda Rasul yang lain (yang artinya): “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”

8.Hijab Itu Perasaan Cemburu
Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”
Beberapa Syarat Hijab Yang Harus Terpenuhi:
1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling kuat.
2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.
4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.
5. Tidak memakai wangi-wangian.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.
Jangan Berhias Terlalu Berlebihan(Tabarruj)
Bila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan.
Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita itu, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.
Kami Dengar Dan Kami Taat
Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan. Allah menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya:“Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” (Q.S. An-Nur: 47-48)
Firman Allah yang lain (yang artinya): “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (Q.S. An-Nur: 51-52)
Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”
Dikutip dari Kitab “Al Hijab” Departemen Agama Arab Saudi, Penebit: Darul Qosim P.O. Box 6373 Riyadh 11442

Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar Dan Kerudung


Kajian Islam – Seringkali disekitar kita bingung apasih Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar Dan Kerudung, apalagi yang sedang belajar memakai hijab tentu ingin mengetahui perbedaan tersebut.
Demi memenuhi penasaran para wanita muslim kali ini dunia islam akan membahas itu semua secara singkat dan semoga bisa mudah di pahami.

Apa Perbedaan Hijab Dan Jilbab
Hijab (bahasa Arab: حجاب ħijāb) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata “hijab” lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.
Ada yang menyatakan juga bahwa setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak. Seperti dijelaskan di atas, hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu.
Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, bisa berupa tirai pembatas, kelambu, papan pembatas, dan pembatas atau aling-aling lainnya. Memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab.
Adapun makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau menghalangi dirinya. Di indonesia sendiri ada banyak macam – macam hijab.
Apa itu jilbab?
jilbāb (Arab: جلباب ) adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab (dalam arti seperti ditunjukkan dalam pengertian hijab di atas).
Jadi, jilbab ialah pakaian yang longgar dan dijulurkan ke seluruh tubuh hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Hal ini tertuang dalam perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…”
Secara terminologi, dalam kamus yang dianggap standar dalam Bahasa Arab, jilbab berarti selendang atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepada, dada dan bagian belakang tubuhnya. ( Baca juga : Perintah dan Hukum Memakai Jilbab Bagi Wanita Muslim )
Dapat kita ambil kesimpulan bahwa jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh. Sedangkan hijab adalah sesuatu pembatas atau aling-aling yang menutupi aurat. Memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab.

Apa itu khimar?
Khimar atau khumur atau kerudung/kudung di dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31: “Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya. (An Nuur :31)      ”
Khimar menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
Khimar merupakan pakaian atas atau penutup kepala. Desain pakaian ini yaitu menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
Khimar ini tidak diikatkan ke leher seperti kerudung, karena jika hal tersebut dilakukan, maka akan memperjelas bentuk lekuk dada dari wanita. Jadi khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala ke seluruh dada tertutupi.
Khimar seringkali disebut kerudung, tapi sebenarnya berbeda. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Khimar adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka.

Apa beda khimar dan kerudung atau kudung?
Kerudung hampir mirip dengan khimar, namun kerudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, desain kerudung cuma sebagai penutup kepala saja. Kerudung yang hanya sebagai penutup kepala, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada wanita sekaligus.
Kerudung hanya menutup kepala atau leher saja, akan tetapi bentuk lekuk tubuh pada bagian leher dan dada masih terlihat.
Demikian sobat sedikit bahasan tentang  Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar Dan Kerudung yang semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin
Judul : Muslimah Banget Penulis : Naurel Firdaus Editor : LM. Cutheon Penerbit : de Teens-Diva Press Tahun Terbit : Maret, 2014 Jumlah Halaman : 140 halaman ISBN : 978-602-255-486-8 Peresensi : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious. Dalam Islam, wanita adalah istimewa. Mereka tidak dikucilkan, dinomerduakan atau di anak tirikan. Wanita memiliki peran penting, mereka dianggap sebagai salah satu tonggak peradaban. Karena itulah ketika mereka setelah memiliki anak, dinamakan madrosatul ula li auladiha (sekolah pertama bagi anak-anaknya). Oleh karena itulah, dalam Islam wanita dijaga dengan rambu-rambu agar tidak terjerumus pada hal yang buruk. Bagaimana akan menjadi tonggak peradaban jika wanita sejak muda telah rusak? Bagaimana akan mendidik anak, jika dia saja bingung memiliki anak banyak dari lelaki lebih dari satu? Nah, inilah pentingnya ada aturan Islam bagi manusia, termasuk wanita (muslimah). Dalam sebuah hadits Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” Hadits lain pun mengungkapkan bahwa wanita yang pertama kali harus dihormati adalah ibu. Ketika Nabi ditanya siapa yang harus dihormati terlebih dahulu, Nabi menjawab Ibu sebanyak tiga kali, baru kemudian bapak. Dalam buku Muslimah Banget karya Nurel Firdaus ada tiga bab yang bisa menjadi panduan wanita agar menjadi muslimah sejati. Bab pertama membahas tentang aurat. Wanita adalah makhluk yang suka bersolek. Namun, dalam Islam hal ini ada aturan dan batasannya. Dalam Islam ada yang dinamakan tabarruj. Tabarruj adalah mendandani diri dengan pakaian ataupun berhias dengan sesuatu yang dapat menarik perhatian lelaki (halaman 16). Dalam keseharian kita bertabarruj itu bisa berupa memakai make up yang berlebihan, memakai parfum yang berlebihan, mengenakan jilbab atau pakaian muslimah yang mentereng juga norak, dan bertingkah genit. Semua itu dilakukan dengan maksud membuat para lelaki tertarik padanya (halaman 20). Nah, hal ini tidak diperbolehkan. Menurut Ibnu Manzhur tabarruj adalah, wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya pada lelaki. Allah menyuruh muslimah agar menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berhias seperti yang termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 33. “…Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” Zaman sekarang interaksi muslimah kan kadang juga dilakukan oleh para lelaki, misal dalam hal yang diperbolehkan yakni kerja. Nah bagaimana itu? Di sinilah kenapa Islam mewajibkan seorang muslimah hanya menampakkan apa yang boleh dilihat oleh selain mahramnya, yaitu telapak tangan dan wajah saja. Selain itu tidak boleh bermain pandang, bertingkah yang baik, tenang dan cool (halaman 31-43). Naurel juga mencantumkan, bahwa menutup aurat itu banyak manfaatnya. Diantaranya adalah, rambut terlindungi dari sinar matahari, sebagai identitas muslimah yang baik akan dihormati dan menjadi kontrol agar tidak berbuat yang salah, berjilbab adalah ibadah yang mudah dan dicintai oleh Allah, dan mengundang jodoh yang shalih (halaman 44-48). Bab dua dalam buku ini membahas tentang muslimah yang gaul. Bagaimana muslimah yang gaul itu? Apakah muslimah yang aktif bersosmed ria? Naurel dalam buku ini muslimah yang adalah adalah muslimah yang antigalau, apalagi galaunya di facebook dan twitter. Bukannya menjadi solusi, malah bisa menambah masalah. Karena anti galau, maka muslimah gaul adalah muslimah yang bahagia. Bahagia itu esensinya adalah mensyukuri terhadap apa yang kita punya dan bersabar terhadap keinginan yang belum tercapai. Juga berjuang dan berdoa memohon kepada Allah agar keinginan kita tercapai (halaman 65). Dan bab terakhir dalam buku ini membahas seputar kebersihan dan kesucian (thaharah). Dalam berislam kehidupan manusia tidak jauh dari kebersihan dan kesucian, begitupun muslimah. Muslimah memiliki siklus pembersihan darah dan itu adalah fitrah. Tidak seperti kaum lain yang mengganggap wanita haid itu menjijikkan dan harus dijauhi sedangkan Islam tidak begitu namun ada batasannya. Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa sallam saja bersabda, “Inilah yang telah ditetapkan kepada anak-anak wanita keturunan Adam” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam Islam haid itu menunjukkan wanita telah baligh atau mukallaf. Artinya sejak itu kewajiban syariah mulai dibebankan kepada wanita, seperti shalat dan puasa. Selama masa haid ini muslimah dilarang shalat, puasa, melakukan hubungan seksual bagi yang sudah menikah, menyentuh mushaf dan thawaf mengelilingi Ka’bah (halaman 85-88). Kiranya, itulah isi buku yang ditujukan kepada muslimah ini. Dengan tujuan bisa menjadi muslimah yang sejati, yang mengerti ada aturan apa dalam Islam yang ditujukan kepada muslimah. Buku ini tidak saja dikhususkan dibaca oleh wanita saja. Namun kaum pria pun boleh membaca buku ini guna menambah wawasan yang memudahkan bergaul dengan istrinya kelak. Akhirnya, buku 140 halaman yang ditulis dengan bahasa remaja nan renyah, tentu akan bermanfaat bagi Anda semua. Selamat membaca!

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad_rasyid_ridho/panduan-menjadi-muslimah-sejati_54f945e2a3331169018b4b76
Judul : Muslimah Banget Penulis : Naurel Firdaus Editor : LM. Cutheon Penerbit : de Teens-Diva Press Tahun Terbit : Maret, 2014 Jumlah Halaman : 140 halaman ISBN : 978-602-255-486-8 Peresensi : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious. Dalam Islam, wanita adalah istimewa. Mereka tidak dikucilkan, dinomerduakan atau di anak tirikan. Wanita memiliki peran penting, mereka dianggap sebagai salah satu tonggak peradaban. Karena itulah ketika mereka setelah memiliki anak, dinamakan madrosatul ula li auladiha (sekolah pertama bagi anak-anaknya). Oleh karena itulah, dalam Islam wanita dijaga dengan rambu-rambu agar tidak terjerumus pada hal yang buruk. Bagaimana akan menjadi tonggak peradaban jika wanita sejak muda telah rusak? Bagaimana akan mendidik anak, jika dia saja bingung memiliki anak banyak dari lelaki lebih dari satu? Nah, inilah pentingnya ada aturan Islam bagi manusia, termasuk wanita (muslimah). Dalam sebuah hadits Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” Hadits lain pun mengungkapkan bahwa wanita yang pertama kali harus dihormati adalah ibu. Ketika Nabi ditanya siapa yang harus dihormati terlebih dahulu, Nabi menjawab Ibu sebanyak tiga kali, baru kemudian bapak. Dalam buku Muslimah Banget karya Nurel Firdaus ada tiga bab yang bisa menjadi panduan wanita agar menjadi muslimah sejati. Bab pertama membahas tentang aurat. Wanita adalah makhluk yang suka bersolek. Namun, dalam Islam hal ini ada aturan dan batasannya. Dalam Islam ada yang dinamakan tabarruj. Tabarruj adalah mendandani diri dengan pakaian ataupun berhias dengan sesuatu yang dapat menarik perhatian lelaki (halaman 16). Dalam keseharian kita bertabarruj itu bisa berupa memakai make up yang berlebihan, memakai parfum yang berlebihan, mengenakan jilbab atau pakaian muslimah yang mentereng juga norak, dan bertingkah genit. Semua itu dilakukan dengan maksud membuat para lelaki tertarik padanya (halaman 20). Nah, hal ini tidak diperbolehkan. Menurut Ibnu Manzhur tabarruj adalah, wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya pada lelaki. Allah menyuruh muslimah agar menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berhias seperti yang termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 33. “…Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” Zaman sekarang interaksi muslimah kan kadang juga dilakukan oleh para lelaki, misal dalam hal yang diperbolehkan yakni kerja. Nah bagaimana itu? Di sinilah kenapa Islam mewajibkan seorang muslimah hanya menampakkan apa yang boleh dilihat oleh selain mahramnya, yaitu telapak tangan dan wajah saja. Selain itu tidak boleh bermain pandang, bertingkah yang baik, tenang dan cool (halaman 31-43). Naurel juga mencantumkan, bahwa menutup aurat itu banyak manfaatnya. Diantaranya adalah, rambut terlindungi dari sinar matahari, sebagai identitas muslimah yang baik akan dihormati dan menjadi kontrol agar tidak berbuat yang salah, berjilbab adalah ibadah yang mudah dan dicintai oleh Allah, dan mengundang jodoh yang shalih (halaman 44-48). Bab dua dalam buku ini membahas tentang muslimah yang gaul. Bagaimana muslimah yang gaul itu? Apakah muslimah yang aktif bersosmed ria? Naurel dalam buku ini muslimah yang adalah adalah muslimah yang antigalau, apalagi galaunya di facebook dan twitter. Bukannya menjadi solusi, malah bisa menambah masalah. Karena anti galau, maka muslimah gaul adalah muslimah yang bahagia. Bahagia itu esensinya adalah mensyukuri terhadap apa yang kita punya dan bersabar terhadap keinginan yang belum tercapai. Juga berjuang dan berdoa memohon kepada Allah agar keinginan kita tercapai (halaman 65). Dan bab terakhir dalam buku ini membahas seputar kebersihan dan kesucian (thaharah). Dalam berislam kehidupan manusia tidak jauh dari kebersihan dan kesucian, begitupun muslimah. Muslimah memiliki siklus pembersihan darah dan itu adalah fitrah. Tidak seperti kaum lain yang mengganggap wanita haid itu menjijikkan dan harus dijauhi sedangkan Islam tidak begitu namun ada batasannya. Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa sallam saja bersabda, “Inilah yang telah ditetapkan kepada anak-anak wanita keturunan Adam” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam Islam haid itu menunjukkan wanita telah baligh atau mukallaf. Artinya sejak itu kewajiban syariah mulai dibebankan kepada wanita, seperti shalat dan puasa. Selama masa haid ini muslimah dilarang shalat, puasa, melakukan hubungan seksual bagi yang sudah menikah, menyentuh mushaf dan thawaf mengelilingi Ka’bah (halaman 85-88). Kiranya, itulah isi buku yang ditujukan kepada muslimah ini. Dengan tujuan bisa menjadi muslimah yang sejati, yang mengerti ada aturan apa dalam Islam yang ditujukan kepada muslimah. Buku ini tidak saja dikhususkan dibaca oleh wanita saja. Namun kaum pria pun boleh membaca buku ini guna menambah wawasan yang memudahkan bergaul dengan istrinya kelak. Akhirnya, buku 140 halaman yang ditulis dengan bahasa remaja nan renyah, tentu akan bermanfaat bagi Anda semua. Selamat membaca!

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad_rasyid_ridho/panduan-menjadi-muslimah-sejati_54f945e2a3331169018b4b76v
Judul : Muslimah Banget Penulis : Naurel Firdaus Editor : LM. Cutheon Penerbit : de Teens-Diva Press Tahun Terbit : Maret, 2014 Jumlah Halaman : 140 halaman ISBN : 978-602-255-486-8 Peresensi : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious. Dalam Islam, wanita adalah istimewa. Mereka tidak dikucilkan, dinomerduakan atau di anak tirikan. Wanita memiliki peran penting, mereka dianggap sebagai salah satu tonggak peradaban. Karena itulah ketika mereka setelah memiliki anak, dinamakan madrosatul ula li auladiha (sekolah pertama bagi anak-anaknya). Oleh karena itulah, dalam Islam wanita dijaga dengan rambu-rambu agar tidak terjerumus pada hal yang buruk. Bagaimana akan menjadi tonggak peradaban jika wanita sejak muda telah rusak? Bagaimana akan mendidik anak, jika dia saja bingung memiliki anak banyak dari lelaki lebih dari satu? Nah, inilah pentingnya ada aturan Islam bagi manusia, termasuk wanita (muslimah). Dalam sebuah hadits Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” Hadits lain pun mengungkapkan bahwa wanita yang pertama kali harus dihormati adalah ibu. Ketika Nabi ditanya siapa yang harus dihormati terlebih dahulu, Nabi menjawab Ibu sebanyak tiga kali, baru kemudian bapak. Dalam buku Muslimah Banget karya Nurel Firdaus ada tiga bab yang bisa menjadi panduan wanita agar menjadi muslimah sejati. Bab pertama membahas tentang aurat. Wanita adalah makhluk yang suka bersolek. Namun, dalam Islam hal ini ada aturan dan batasannya. Dalam Islam ada yang dinamakan tabarruj. Tabarruj adalah mendandani diri dengan pakaian ataupun berhias dengan sesuatu yang dapat menarik perhatian lelaki (halaman 16). Dalam keseharian kita bertabarruj itu bisa berupa memakai make up yang berlebihan, memakai parfum yang berlebihan, mengenakan jilbab atau pakaian muslimah yang mentereng juga norak, dan bertingkah genit. Semua itu dilakukan dengan maksud membuat para lelaki tertarik padanya (halaman 20). Nah, hal ini tidak diperbolehkan. Menurut Ibnu Manzhur tabarruj adalah, wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya pada lelaki. Allah menyuruh muslimah agar menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berhias seperti yang termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 33. “…Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” Zaman sekarang interaksi muslimah kan kadang juga dilakukan oleh para lelaki, misal dalam hal yang diperbolehkan yakni kerja. Nah bagaimana itu? Di sinilah kenapa Islam mewajibkan seorang muslimah hanya menampakkan apa yang boleh dilihat oleh selain mahramnya, yaitu telapak tangan dan wajah saja. Selain itu tidak boleh bermain pandang, bertingkah yang baik, tenang dan cool (halaman 31-43). Naurel juga mencantumkan, bahwa menutup aurat itu banyak manfaatnya. Diantaranya adalah, rambut terlindungi dari sinar matahari, sebagai identitas muslimah yang baik akan dihormati dan menjadi kontrol agar tidak berbuat yang salah, berjilbab adalah ibadah yang mudah dan dicintai oleh Allah, dan mengundang jodoh yang shalih (halaman 44-48). Bab dua dalam buku ini membahas tentang muslimah yang gaul. Bagaimana muslimah yang gaul itu? Apakah muslimah yang aktif bersosmed ria? Naurel dalam buku ini muslimah yang adalah adalah muslimah yang antigalau, apalagi galaunya di facebook dan twitter. Bukannya menjadi solusi, malah bisa menambah masalah. Karena anti galau, maka muslimah gaul adalah muslimah yang bahagia. Bahagia itu esensinya adalah mensyukuri terhadap apa yang kita punya dan bersabar terhadap keinginan yang belum tercapai. Juga berjuang dan berdoa memohon kepada Allah agar keinginan kita tercapai (halaman 65). Dan bab terakhir dalam buku ini membahas seputar kebersihan dan kesucian (thaharah). Dalam berislam kehidupan manusia tidak jauh dari kebersihan dan kesucian, begitupun muslimah. Muslimah memiliki siklus pembersihan darah dan itu adalah fitrah. Tidak seperti kaum lain yang mengganggap wanita haid itu menjijikkan dan harus dijauhi sedangkan Islam tidak begitu namun ada batasannya. Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa sallam saja bersabda, “Inilah yang telah ditetapkan kepada anak-anak wanita keturunan Adam” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam Islam haid itu menunjukkan wanita telah baligh atau mukallaf. Artinya sejak itu kewajiban syariah mulai dibebankan kepada wanita, seperti shalat dan puasa. Selama masa haid ini muslimah dilarang shalat, puasa, melakukan hubungan seksual bagi yang sudah menikah, menyentuh mushaf dan thawaf mengelilingi Ka’bah (halaman 85-88). Kiranya, itulah isi buku yang ditujukan kepada muslimah ini. Dengan tujuan bisa menjadi muslimah yang sejati, yang mengerti ada aturan apa dalam Islam yang ditujukan kepada muslimah. Buku ini tidak saja dikhususkan dibaca oleh wanita saja. Namun kaum pria pun boleh membaca buku ini guna menambah wawasan yang memudahkan bergaul dengan istrinya kelak. Akhirnya, buku 140 halaman yang ditulis dengan bahasa remaja nan renyah, tentu akan bermanfaat bagi Anda semua. Selamat membaca!

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad_rasyid_ridho/panduan-menjadi-muslimah-sejati_54f945e2a3331169018b4b76
Judul : Muslimah Banget Penulis : Naurel Firdaus Editor : LM. Cutheon Penerbit : de Teens-Diva Press Tahun Terbit : Maret, 2014 Jumlah Halaman : 140 halaman ISBN : 978-602-255-486-8 Peresensi : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious. Dalam Islam, wanita adalah istimewa. Mereka tidak dikucilkan, dinomerduakan atau di anak tirikan. Wanita memiliki peran penting, mereka dianggap sebagai salah satu tonggak peradaban. Karena itulah ketika mereka setelah memiliki anak, dinamakan madrosatul ula li auladiha (sekolah pertama bagi anak-anaknya). Oleh karena itulah, dalam Islam wanita dijaga dengan rambu-rambu agar tidak terjerumus pada hal yang buruk. Bagaimana akan menjadi tonggak peradaban jika wanita sejak muda telah rusak? Bagaimana akan mendidik anak, jika dia saja bingung memiliki anak banyak dari lelaki lebih dari satu? Nah, inilah pentingnya ada aturan Islam bagi manusia, termasuk wanita (muslimah). Dalam sebuah hadits Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” Hadits lain pun mengungkapkan bahwa wanita yang pertama kali harus dihormati adalah ibu. Ketika Nabi ditanya siapa yang harus dihormati terlebih dahulu, Nabi menjawab Ibu sebanyak tiga kali, baru kemudian bapak. Dalam buku Muslimah Banget karya Nurel Firdaus ada tiga bab yang bisa menjadi panduan wanita agar menjadi muslimah sejati. Bab pertama membahas tentang aurat. Wanita adalah makhluk yang suka bersolek. Namun, dalam Islam hal ini ada aturan dan batasannya. Dalam Islam ada yang dinamakan tabarruj. Tabarruj adalah mendandani diri dengan pakaian ataupun berhias dengan sesuatu yang dapat menarik perhatian lelaki (halaman 16). Dalam keseharian kita bertabarruj itu bisa berupa memakai make up yang berlebihan, memakai parfum yang berlebihan, mengenakan jilbab atau pakaian muslimah yang mentereng juga norak, dan bertingkah genit. Semua itu dilakukan dengan maksud membuat para lelaki tertarik padanya (halaman 20). Nah, hal ini tidak diperbolehkan. Menurut Ibnu Manzhur tabarruj adalah, wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya pada lelaki. Allah menyuruh muslimah agar menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berhias seperti yang termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 33. “…Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” Zaman sekarang interaksi muslimah kan kadang juga dilakukan oleh para lelaki, misal dalam hal yang diperbolehkan yakni kerja. Nah bagaimana itu? Di sinilah kenapa Islam mewajibkan seorang muslimah hanya menampakkan apa yang boleh dilihat oleh selain mahramnya, yaitu telapak tangan dan wajah saja. Selain itu tidak boleh bermain pandang, bertingkah yang baik, tenang dan cool (halaman 31-43). Naurel juga mencantumkan, bahwa menutup aurat itu banyak manfaatnya. Diantaranya adalah, rambut terlindungi dari sinar matahari, sebagai identitas muslimah yang baik akan dihormati dan menjadi kontrol agar tidak berbuat yang salah, berjilbab adalah ibadah yang mudah dan dicintai oleh Allah, dan mengundang jodoh yang shalih (halaman 44-48). Bab dua dalam buku ini membahas tentang muslimah yang gaul. Bagaimana muslimah yang gaul itu? Apakah muslimah yang aktif bersosmed ria? Naurel dalam buku ini muslimah yang adalah adalah muslimah yang antigalau, apalagi galaunya di facebook dan twitter. Bukannya menjadi solusi, malah bisa menambah masalah. Karena anti galau, maka muslimah gaul adalah muslimah yang bahagia. Bahagia itu esensinya adalah mensyukuri terhadap apa yang kita punya dan bersabar terhadap keinginan yang belum tercapai. Juga berjuang dan berdoa memohon kepada Allah agar keinginan kita tercapai (halaman 65). Dan bab terakhir dalam buku ini membahas seputar kebersihan dan kesucian (thaharah). Dalam berislam kehidupan manusia tidak jauh dari kebersihan dan kesucian, begitupun muslimah. Muslimah memiliki siklus pembersihan darah dan itu adalah fitrah. Tidak seperti kaum lain yang mengganggap wanita haid itu menjijikkan dan harus dijauhi sedangkan Islam tidak begitu namun ada batasannya. Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa sallam saja bersabda, “Inilah yang telah ditetapkan kepada anak-anak wanita keturunan Adam” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam Islam haid itu menunjukkan wanita telah baligh atau mukallaf. Artinya sejak itu kewajiban syariah mulai dibebankan kepada wanita, seperti shalat dan puasa. Selama masa haid ini muslimah dilarang shalat, puasa, melakukan hubungan seksual bagi yang sudah menikah, menyentuh mushaf dan thawaf mengelilingi Ka’bah (halaman 85-88). Kiranya, itulah isi buku yang ditujukan kepada muslimah ini. Dengan tujuan bisa menjadi muslimah yang sejati, yang mengerti ada aturan apa dalam Islam yang ditujukan kepada muslimah. Buku ini tidak saja dikhususkan dibaca oleh wanita saja. Namun kaum pria pun boleh membaca buku ini guna menambah wawasan yang memudahkan bergaul dengan istrinya kelak. Akhirnya, buku 140 halaman yang ditulis dengan bahasa remaja nan renyah, tentu akan bermanfaat bagi Anda semua.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad_rasyid_ridho/panduan-menjadi-muslimah-sejati_54f945e2a3331169018b4b76